TerHITZ

7 Jenis Doping Terlarang yang Sering Digunakan Para Atlet

  • Reporter:
  • Kamis, 1 Desember 2016 | 01:44
  • / 1 Rabiul Uula 1438
  • Dibaca : 106 kali
7 Jenis Doping Terlarang yang Sering Digunakan Para Atlet

TERHITZ.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia olah raga Indonesia yang membuat heboh yakni terkait 12 atlet dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 yang terindikasi menggunakan doping. Indikasi tersebut dinyatakan oleh pihak National Dope Testing Laboratory di New Delhi, India, yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap 470 sampel urin atlet kiriman PB PON dan KONI Pusat.

Sejauh ini, kabar yang beredar menyebut atlet yang terlibat berasal dari cabang-cabang olahraga tertentu diantaranya yakni, angkat besi, binaraga, berkuda dan menembak. Namun ini semua merupakan temuan di tahapan awal dan pasalnya masih terlalu dini untuk menyimpulkan secara resmi betul atau tidaknya para atlet positif menggunakan doping. Kini Kementerian Olahraga Nasional, beserta dengan pihak terkait lainnya tengah menunggu konfirmasi dari WADA (Badan Anti-Doping Dunia) terkait hal tersebut. 

Penggunaan doping memang sudah menjadi hal yang umum dilakukan di kalangan atlet sedunia. Meski begitu, bukan berarti penggunaannya itu diperbolehkan atau patut dianggap normal. Secara universal, para atlet olahraga yang beralih ke obat doping diyakini terpicu oleh keinginan kuat untuk mendapatkan prestasi instan.

Ada sejumlah obat doping tergolong populer di kalangan atlet yang notabene sangat tidak diperbolehkan oleh badan-badan olahraga mana pun. Apa saja jenis obat terlarang yang beredar di dunia olahraga? Berikut jawabannya seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis(1/12/2016) : 

1. Erythropoietin (EPO)

Hormon peptida ini diproduksi secara alami oleh tubuh manusia melalui organ ginjalnya. EPO pasalnya dilepaskan dari ginjal dan bekerja di bagian sumsum tulang untuk merangsang produksi sel darah merah. Dengan menyuntikkan EPO, para atlet berniat untuk meningkatkan konsentrasi sel darah merah mereka yang mana akan memicu kemampuan dan kapasitas penggunaan oksigen dalam pembuatan energi oleh otot-otot atau yang notabene dikenal dengan istilah aerobik.Penyalahgunaan EPO bisa menyebabkan sakit jantung, stroke, paru-paru hingga kematian.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


2. CERA

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional